Rumah Tanpa Jendela & KOMPENI

RTJ adalah sebuah Komunitas pendampingan berbasis seni dan kreativitas untuk remaja. Terbentuk pada 27 April 2007 di Jakarta. Saat ini fokus kegiatan RTJ adalah membuat lokakarya/ workshop di LP Anak, komunitas marginal ataupun di sekolah.
Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah Kelas komik curhat, Kelas Gambar bergerak (Animasi), dan Kelas menulis kreatif. Hak Anak & kampanye ”Jangan Sampai Masuk Bui” adalah Isu yang diangkat oleh RTJ.

KOMPENI adalah Komunitas Pecinta Seni, yang bermarkas di kampus Politeknik Negeri Media Kreatif. Awalnya KOMPENI terbentuk karena kejenuhan mahasiswa dengan suasana kampus yang monoton, berdiri tahun28 Oktober 2009 dengan nama KOMPAS (Komunitas Tanpa Batas), memiliki 3 senjata yaitu MASMUSKO (Masyarakat Musik Kompeni) Masmurko (Masyarakat Mural Kompeni) dan Teater Merah.

Minggu, 21 Desember 2014
Kampung Gandaria Jagakarsa
Jl. Gandaria 5 RT 009/02 No. 36, Kel. Jagakarsa, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan
17.00

Ini adalah lokasi pemutaran pertama gerobak bioskop dari komunitas RTJ & KOMPENI. Kami memulai persiapan dari pukul 16.00, mulai dari persiapan vespa untuk konsep gerobaknya hingga pemasangan intalasi listrik. Semua persiapan ber-jalan dengan baik.
Acara direncanakan mulai sehabis Maghrib, namun karena sebagian warga belum berkumpul akhirnya kita memulainya setelah isya, sekitar pukul 19.15.
Acara dibuka oleh MC yaitu MR.Grow dan Noni Kompeni untuk mencairkan sua-sana, lalu kemudian penampilan tarian dari team EO sekitar 5 menit dan dilanjutkan lagi oleh MC. Awalnya kita sudah memberikan kesempatan untuk kelompok ibu-ibu khadroh untuk bermain sebanyak 2 lagu. Namun karena malu-malu akhirnya tidak jadi.
Lanjut pada sesi pemutaran film. Pemutaran film di bagi menjadi 3 bagian, bagian pertama kami memutarkan film dokumentasi kegiatan dari KOMPENI sekiar 15 menit, yang diselingi dengan MC. Lalu sesi kedua, kami menayangkan film doku-mentasi kegiatan dari RTJ yang berdurasi sekitar 15 menit, yang juga diselingi dengan MC sekaligus menutup acara. Sesi terakhir kami berinisiatif untuk memu-tarkan film Indonesia klasik yaitu Warkop DKI yang berjudul IQ Jongkok. Pemutaran film hiburan berakhir hingga hampir tengah malam. Pemutaran sempat kami hentikan sekitar 15 menit karena hujan, namun karena antusiasme warga, kami diminta untuk tetap melanjutkan. Setelah itu kita merapikan kembali peralatan untuk esok harinya.

Selasa, 23 Desember 2014
Kampung artis cipayung
Jl. Cipayung RT 05/03 Gg. Budi Murni, Kel. Cipayung, Kec. Cipayung, Jakarta Timur
17.00

Ini adalah hari kedua pemutaran Gerobak Bioskop dari komunitas kami. Persiapan dimulai dari pukul 15.00, sambil menunggu tenda dan penari, kami mulai memasang layar, vespa, listrik dan sebagainya. Sehabis Isya, sekitar pukul 19.00 kami memulai acara dengan setting yang sama dengan hari sebelumnya.
Kami membagi menjadi 3 sesi dan diselingi tarian dan MC. Film penghibur terakhir adalah Indonesia klasik dari Benyamin yang berjudul Hippies Lokal. Kami juga kedatangan tamu dari Dinas Pariwisata yang ingin mengontrol acara. Acara berlangsung dengan baik, walau sempat gerimis namun kami tetap bertahan.
Kami mendapat respon positif dari Karang Taruna Cipayung yang nantinya akan mengundang komunitas kami untuk bergabung pada acara mereka yaitu Cipayung Festival yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2015.

Rabu, 24 Desember 2014
Politeknik Negeri Media Kreatif
Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Kec. Jagakarsa, Kel. Srengseng Sawah, Jakarta Selatan
19.00

Hari ketiga pemutaran bertempat di markas KOMPENI yaitu di Politeknik Negeri Media Kreatif. Karena dilakukan di tempat yang sudah kami kenali medannya, semua persiapan cenderung lebih mudah mulai dari setting sampai proses pemutaran.
Acara berlangsung sama seperti hari hari sebelumnya, ada tarian sebagai pembuka. Pada saat pemutaran, kami menambah satu film, yaitu karya karya dari Mahasiswa Prodi FOTOGRAFI dan BROADCAST dan Klub Cinema Polimedia (CINNEDICT).
Antusiasme penonton sangat bagus, kami juga didatangi oleh segerombolan penggemar dan pengendara vespa yang memarkirkan vespa-vespanya parkirkan di sekitar lokasi pemutaran, mereka datang atas undangan KOMPENI.
Film penghibur terakhir adalah film Indonesia klasik dari Warkop DKI yaitu Setan Kredit. Acara berakhir sampai tengah malam dan kami pun membereskan semua alat hingga pukul 00.30. Semua lelah terbayar karena antusias penononton dan kordinasi yang baik dari semua pihak.

Kamis, 25 Desember 2014
Lapak Duri Kepa
Jl. Pasar Gg. Liam Kel. Duri Kepa, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat
17.00

Hari keempat pemutaran dilakukan di daerah Kedoya, yaitu sebuah lapak gerobak yang dulunya memang pernah dijadikan tempat workshop dari komunitas RTJ. Persiapan dimulai dari pukul 18.00 karena lokasinya yang cukup jauh.
Acara kami mulai selepas Isya, sekitar pukul 19.30 setelah semua persiapan selesai. Acara dibukan oleh MC dan penampilan musik Gambang Kromong. Juga ada sedikit sandiwara lenong oleh warga sekitar sebagai penghibur.
Pemutaran film formatnya masih sama seperti yang dilakukan sebelumnya, dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama kami memutarkan film dokumentasi kegiatan dari KOMPENI yang kurang lebih berdurasi 15 menit, diselingi dengan MC. Lalu sesi kedua kami menayangkan film dokumentasi kegiatan dari RTJ yang berdurasi 15 menit, diselingi dengan MC sekaligus menutup acara. Dan yang terakhir kami memutarkan film Indonesia klasik dari Benyamin Suen karena memang warga yang memintanya. Pada hari itupun kami kedatangan tamu dari Dinas, dan acara selesai sampai pukul 24.00.

Minggu, 27 Desember 2014
Saung Elmu
Jl. Jati Padang Poncol Gg. Manara RT 004/08 Pasar Minggu, Jakarta Selatan
19.00

Hari kelima kami memutarkan film di daerah Jatipadang Jakarta Selatan, yang bertempat di Saung Elmu sebuah sekolah warga di dalam lapak gerobak. Tempat ini juga sebelumnya pernah dikunjungi oleh komunitas RTJ untuk workshop gambar gerobak. Di lokasi ini kami mulai lebih awal karena sebelumnya kami juga mebuat workshop kamera lubang jarum (pinhole) yang diikuti oleh anak-anak murid Saung Elmu.
Di tempat ini, mayoritas penonton adalah anak anak. Lokasi disana sangat sempit, itulah yang menjadi kendala. Namun akhirnya tetap berjalan dengan baik, namun booth tidak menggunakan tenda, hanya level saja. Acara pemutaran dimulai pukul 19.00, dan pemutaran film tetap di bagi menjadi 3 sesi. Film penghibur terakhir adalah film Indonesia klasik dari Benyamin yaitu 3 DJenggo. Acara berlangsung kondusif, dan selesai pada pukul 24.00.

Minggu, 28 Desember 2014
Saung Manggar
Jl. Manggar RW 11, Pondok Kelapa, Jakarta Timur
09.00

Hari terakhir pemutaran film bertempat di Taman Bacaan Saung Manggar, disini adalah lokasi yang sangat berkesan untuk kami, dan bisa dibilang yang paling keren. Meski paling jauh tetapi antusias disini paling hebat. Sore hari, saat kami baru saja tiba di lokasi, warga langsung menyambut dengan baik, lalu beberapa warga ikut bergabung untuk membantu persiapan.
Mereka ternyata sudah menyiapkan tenda sendiri, juga kursi dan konsumsi yang cukup banyak. Lalu pemutaran dimulai selepas salat Isya, sekitar pukul 19.00. Acara sangat seru, banyak interaksi dari warga mulai dari games sampai ikut berjualan di booth.
Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan Saung Manggar dan disusul oleh ketua RW setempat. Dan berikutnya film pun di putar dan ada salah satu film dokumentasi Saung Manggar yang juga kita putar di sana. Jadi pemutaran film terbagi menjadi 4 sesi, yaitu pemutaran film dokumentasi saung manggar, film dokumentasi kegiatan dari KOMPENI yang berdurasi sekiar 15 menit, yang diselingi dengan MC. Lalu, pemutaran film dokumentasi kegiatan dari RTJ sekitar 15 menit, yang juga diselingi dengan MC sekaligus menutup acara. Sesi terakhir kami memutarkan film Surat Kecil Untuk Tuhan, yang memang diminta oleh warga yang dengan inisiatifnya membawa dvd sendiri.
Film tersebut dipilih karena memang mayoritas yang menonton adalah anak anak. Hari terakhir kami pun didatangi pihak Dinas. Acara berlangsung dengan baik hingga pukul 23.00.